Kisah Owner

https://2.bp.blogspot.com/-MpQ5vvP7DWE/Vc4k9hAYYLI/AAAAAAAABU0/tDGbZE49SEwTZm4khNFzU83p2fFBxU5gQCPcB/s72-c/IMG_4539.JPG click to zoom
Ditambahkan Jumat, Februari 03, 2017
Kategori Artikel
Harga @ Ria Oktorina. Dulu saya seorang Kristiani yang aktif dalam kegiatan sekolah minggu juga taat beribadah ke gereja, dari semenjak taman kan...
Share
Hubungi Kami
BELI

Review Kisah Owner

@Ria Oktorina. Dulu saya seorang Kristiani yang aktif dalam kegiatan sekolah minggu juga taat beribadah ke gereja, dari semenjak taman kanak-kanan hingga SD kelas 6 dikarenakan lingkungan keluarga saya. Ayah saya keturunan China dan non muslim, Ibu saya pribumi (Sunda) dari keluarga Islam. Kemudian berjumpalah ayah dan ibuku di arena sirkuit di kota Surabaya, dimana ayah saya dulu adalah seorang pembalap nasional tahun 1970-an. Menikahlah mereka dan dari situ ayah saya masuk Islam. Oke sekarang kita lanjutin cerita saya. Saya mulai masuk ke agama Islam sejak SMP. Waktu itu ibu saya ingin sekali saya masuk ke SMP negeri agar saya bisa memilih pelajaran agama Islam. Tapi Alhamdulillah guru agama saya mau mengerti keadaan saya yang belum mengenal ajaran Islam pada waktu itu. Ibu saya mengajarkan saya cara berwudu, cara sholat dan bacaan dalam sholat. Alhasil pada saat ujian agama, guru saya bilang : nah...cara wudu saya yang paling benar diantara murid-murid yang lain. Saya belum bisa baca dan tulis Al-Qur'an, sejarah Islam pun saya buta. Saya cuma baca-baca dari buku yang didapat dari sekolah. Alhamdulillah nilai raport saya 9 pendidikan agama. Syukur Alhamdulillah sekarang saya sudah melaksanakan umroh kali kedua, ya Allah panggil saya untuk berhaji. Sekarang saya paham tentang Islam meski masih perlu banyak belajar. Misi saya sekarang adalah bekerja sembari bersyiar. Mengajak khalayak muslimah untuk berhijab dengan baik dan benar sesuai perintah Allah Swt dan Rasulullah SAW. Saya sengaja menjual jilbab yang sesuai syariat tetapi harga tidak mahal karena saya ingin teman-teman semua bisa berhijab tanpa mengeluarkan uang yang berlebih. Mau taqwa aja kok dipersulit,,,,,jangan! Yukk tetap Istiqomah semua dan Bismillah.





Komentar